Follow Akun Google+ Admin Agar Notifikasi Komentarnya Masuk

10 Cara Menurunkan Panas Berlebih pada Smartphone Xiaomi: Nomor 7 Pasti Sering Kamu Lakukan!

Muncul panas berlebih pada Smartphone Xiaomi kamu? sehingga konsumsi baterai menjadi boros, tidak bisa lepas dari charger serta tidak nyaman digunakan? Dalam artikel kali ini admin akan membahas 10 cara mengatasi panas berlebih pada Smartphone Xiaomi. Dan Kesemua cara ini sama sekali tidak membutuhkan akses root superSU. Okey silahkan disimak

10 Cara Menurunkan Panas Berlebih pada Smartphone Xiaomi: Nomor 7 Pasti Sering Kamu Lakukan!

10 Cara Menurunkan Panas Berlebih pada Smartphone Xiaomi: Nomor 7 Pasti Sering kamu Lakukan!
10 Cara Menurunkan Panas Berlebih pada Smartphone Xiaomi: Nomor 7 Pasti Sering kamu Lakukan!

Yang namanya barang elektronik pasti memunculkan panas jika dinyalakan dalam kurun waktu tertentu. Kenapa begitu? Ya memang sudah hukum alamnya. Kamu saja yang hidup bisa berkeringat dan demam. Hehe.. tidak lain karena terjadi proses penghantaran serta konsumsi listrik di dalam komponen elektronik tersebut, yang akan digunakan untuk mengolah, mengerjakan suatu tugas yang sudah diprogram sebelumnya. Jadi yang namanya panas pada barang elektronik itu wajar. Nah yang tidak wajar itu jika panas yang muncul melewati batas. Hal ini juga berlaku pada Smartphone Xiaomi.

Banyak pengguna Smartphone Xiaomi yang mengeluhkan jika ponsel yang mereka gunakan sering mengalami panas berlebih. Padahal menurut mereka cuma digunakan untuk menjalankan aplikasi media sosial saja, dan tidak disertai bermain game berat. Beberapa spekulasi muncul jika panas berlebih ini muncul dikarenakan bug pada rom, tipikal prosesor atau bahkan rom Miui itu sendiri yang terkenal berat sehingga memaksa hardware pada smartphone Xiaomi untuk bekerja keras. Benarkah demikian? Apakah ada cara yang lebih mudah agar bisa menurunkan panas berlebih pada Smartphone Xiaomi?

Buat kamu yang merasakan panas berlebih pada Smartphone Xiaomi nya silahkan simak beberapa tips di bawah ini:

1. Gunakan Sesuai Fungsinya
Sudah menjadi kodratnya jika sebuah Smartphone diciptakan untuk memenuhi kebutuhan utama yaitu sebagai berkomunikasi. Yah walaupun dewasa ini smartphone bukanlah sebuah alat komunikasi saja namun juga bisa digunakan untuk keperluan lain semisal mengambil foto, mendengar musik, nonton film, internetan, hingga bermain game berat namun sejatinya sebuah smartphone tetaplah alat komunikasi biasa.

Kalaupun digunakan untuk bermain game, usahakan untuk tidak sering karena yang namanya Smartphone termasuk Xiaomi tidak memiliki pengaturan suhu panas yang baik. Terlebih Smartphone Xiaomi tidak dibekali dengan kipas sebagai pendingin apalagi Water Cooling. Beda dengan console dan PC (Personal Computer) yang sudah dirancang untuk bermain game. Lengkap dengan Management panas yang baik serta kipas pendingin yang besar dan kencang bahkan ada yang pakai Water cooling segala. Sedangkan smartphone cuma mengandalkan pasif cooling alias rangka serta body dari metalnya saja. Paling kenceng cuma ada heat pipe.

2. Install Aplikasi yang Penting dan Sering Digunakan
Coba hitung, ada berapa aplikasi yang memang benar-benar kamu sering gunakan di Smartphone Xiaomi lalu bandingkan dengan aplikasi yang sudah terinstall! Pasti banyakkan yang terinstall dari pada yang dipakai. Asal kamu tahu saja walaupun aplikasi tersebut tidak pernah kamu buka namun sedikit banyak aplikasi tersebut akan berjalan di background yang mana walau cuma 1% bisa mengurangi energi baterai yang berakibat ponsel Xiaomi kamu harus ikut bekerja ekstra.
Kalau misalkan ada banyak aplikasi sosial media yang kamu install, coba di seleksi lagi aplikasi sosmed mana saja yang sering digunakan, kalau ada 3 sosmed tapi isi teman atau anggotanya orang yang sama, ya lebih baik install satu saja. Kayak admin miuitutorial.com contohnya yang cuma install Whatsapp, Facebook, Instagram dan Messenger. Line, BBM, Telegram admin hapus. Jomblo usaha sih boleh-boleh saja asar jangan lebay.. hehe.. ampun.. #savejomblodarianarkis

3. Pilih Yang Menggunakan 2 Jenis Core Berbeda
Kenapa harus pilih 2 jenis core prosesor yang berbeda ini sebenarnya sudah admin jelaskan pada bagian bawah, silahkan dibaca saja hingga akhir artikel ini.

4. Kondisi Ruangan Juga Berpengaruh
Umumnya smartphone Xiaomi sekarang ini sudah menggunakan body berbahan metal yang mana bahan jenis metal ini lebih mudah menghantar panas maupun lirih dingin kesepian. Nah jadi sedikit banyak jika suhu ruangan yang sedang kamu tempati akan berpengaruh juga pada suhu smartphone Xiaomi yang sedang kamu pakai. Yah tidak harus sih di ruangan ber-AC tapi usahakan suhu ruangannya adem kayak di dalam kulkas contohnya hehe..

Hindari menggunakan smartphone Xiaomi di tengah pertengkaran pacar, istri (Mabes Polri), yang ada bukan hanya ponsel Xiaomi kamu bakal panas tapi bisa hancur juga, hehe..

5. Sebisa Mungkin Hindari Overclock CPU
Hari gini masih overclock? Situ pakai CPU komputer? Hehe... ntar admin dibully lagi. Jadi keingat jaman-jaman admin masih menggunakan Sony Ericsson Xperia Mini PRO Sk17i dan Xperia Neo L yang mana di jaman itu masih sedikit sekali smartphone yang memiliki CPU dual core. Yup kedua ponsel tadi masih single core. Jadilah jika ingin mendapatkan performa yang lebih tinggi dari bawaannya maka kamu harus mengganti dengan custom kernel serta meningkatkan core clock nya. Efek sampingnya ya ponsel jadi cepat panas.

Di jaman sekarang ini, jangankan dual core, yang quad core, hexa core, octa core hingga deca core juga sudah ada dan clock speed dari tiap core juga ajegile tinggi sampai lebih dari 2 Ghz. Jadi kalau kamu nekat masih juga ingin overclock, entah mau nyaingin CPU Ryzen Thread Ripper sama Core i9 dari Intel ya..?

6. Istirahatkan Jika Tidak Digunakan
Smartphone Xiaomi juga butuh istirahat sama seperti manusia, jadi jika tidak digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama maka sebaiknya dimatikan saja (bukan kamunya), selain bisa menghindari dari overheat juga bisa menghemat konsumsi baterai.

7. Jangan Dimainkan Ketika Dicharge
Nah point ke-7 ini sadar atau tidak sering sekali kamu lakukan, yah dengan dalih nanggung, tetap terisi penuh juga kok, sehingga bermain smartphone Xiaomi sembari di charge sudah menjadi pemandangan umum. Padahal asal kamu tahu proses charging itu sejatinya akan menimbulkan panas pada rangkaian listrik yang ada di mainboard dan baterai. Nah jika kamu gunakan juga sembari chatting, browsing apalagi bermain game, maka kinerja prosesor akan meningkat yang berakibat overheat. Yah syukur-syukur cuma panas saja, lah kalau sampai meledak kayak Samsung Note 7 gimana?

Maka dari itu hindari bermain ponsel ketika proses pengisian baterai, lebih bagus lagi jika jaringan data internet dimatikan dulu. Toh kegantengan dan kecantikan kamu tidak berkurang jika tidak bermain ponsel sementara waktu. Terlebih usia baterai juga jadi bertambah lama.

8. Praktekkan tutorial cara Hemat Penggunaan Baterai Xiaomi
Untuk point ke-8 ini sudah admin paparkan secara lengkap di sini, silahkan disimak dan dipraktekkan karena suhu panas dan penghematan baterai Xiaomi itu saling berkaitan.

9. Gunakan Case, Sarung Pelindung
Selain fungsi sarung atau case yang bisa mengurangi rasa panas tadi juga bisa menambah kegantengan dari Smartphone Xiaomi kamu. Soal bentuk dan warna juga variatif, tinggal kamu pilih saja sesuai selera dan budget.

10 Cara Menurunkan Panas Berlebih pada Smartphone Xiaomi: Nomor 7 Pasti Sering kamu Lakukan!

Kalau admin sendiri lebih suka case berbentuk armor Ironman, karena selain keren seperti badan ironman juga murah, kuat dan tahan lama,, haha... juga terdapat dudukan, jadi kamu bisa gunakan untuk menonton film di meja

10. Banyak-banyak Berdoa
Namanya juga buatan manusia, tak ada yang sempurna sekalipun itu brand sudah terkenal sekalipun. Jadi berdoa saja kamu tidak mendapatkan barang defect. Kalau benar ternyata dapat unit cacat produksi, segera klaim garansi. Eh tapi ponsel Xiaomi kan terkenal dengan selogan "Garansi distributor, rusak - buang" hehehe..

Silahkan di koreksi: menurut pengamatan dan pengalaman admin selama menggunakan Smartphone Xiaomi terhitung dari Xiaomi Redmi Note 3G WCDMA, Redmi Note 3 Mediatek, Redmi Note 3 PRO hingga Mi5 PRO sekarang ini, panas berlebih pada Smartphone Xiaomi sering disebabkan oleh banyaknya aplikasi yang dijalankan secara bersamaan entah itu sosial media serta bermain game HD secara simultan. Selain itu faktor rom Miui yang memang sudah menjadi rahasia umum terkenal akan berat serta rakus mengonsumsi ram sehingga berdampak pada hardware yang di tuntun untuk kerja maksimal.

Percaya atau tidak, jenis prosesor yang digunakan pada Smartphone Xiaomi juga menentukan tingkat suhu panas. Seperti yang sudah admin sebutkan di atas tadi, admin sudah pernah menggunakan Smartphone Xiaomi yang menggunakan 2 merek berbeda yaitu Redmi Note 3 PRO dan Mi5 PRO yang mana menggunakan prosesor dari Snapdragon by Qualcomm serta dari Mediatek yaitu Redmi Note 3 Hennesy dan Redmi Note 3G WCDMA. Admin harus akui jika smartphone Xiaomi yang menggunakan prosesor buatan Mediatek terasa lebih panas ketimbang ponsel Xiaomi yang menggunakan Snapdragon. Terkhusus untuk seri Helio.

Awalnya admin anggap panas berlebih kayak seterikaan di Redmi Note 3 Mediatek itu adalah hal yang wajar.. iyah wajar karena mau gimanapun sudah admin beli mahal. Tapi kalau dirasa-rasa memang lebih panas dari Redmi Note 3G yang sama-sama menggunakan prosesor Mediatek, tapi ini panasnya memang keterlaluan sampai teman admin yang coba menggunakannya sebentar pun bilang jika ponsel Hennesy admin sudah kayak setrikaan (Panas pake banged). Admin masih berpikir positif sih, iya mungkin karena body metal yang dibawa oleh Redmi Note 3 MTK jadi hawa panas cepat menyebar, sampai pada akhirnya admin buru-buru jual dan pindah ke Redmi Note 3 PRO Snapdragon, dan issue panas ini sudah tidak sering lagi muncul sekalipun sinyal 4G LTE non stop digunakan (Kecuali main Game Berat)

Usut punya usut ternyata Prosesor bikinan Qualcomm yaitu Snapdragon 650 Hexa core dipersenjatai dengan teknologi big.LITTLE yang mana dengan teknologi ini, maka jika ada tugas yang ringan akan dikerjakan oleh core kecil yaitu A53, sedangkan jika ada tugas berat semisal bermain game HD maka tugas tersebut diambil alih core besar yaitu A72. Dan ini membuat kombinasi yang bisa meminimalisir penggunaan daya yang berakibat pada suhu ponsel Xiaomi cenderung tidak terlalu panas. Kalau kamu perhatikan juga cara kerja prosesor Snapdragon itu keroyokan, beda cerita dengan Mediatek yang akan memaksimalkan 1 core baru lompat ke core lain jika tugas tersebut sudah tidak memadai. Kira-kira gambarannya mirip seperti Meme di bawah ini:

10 Cara Menurunkan Panas Berlebih pada Smartphone Xiaomi: Nomor 7 Pasti Sering kamu Lakukan!

"Kan wajar min jika prosesor Mediatek seri Helio itu panas karena memang mengejar performa" yup admin juga berpikir seperti itu karena seri Helio mengejar performa tapi sejauh ini prosesor Mediatek seri P belum disematkan ke Smartphone Xiaomi, yang ada malah seri Helio nya naik dari Helio X10, X20, X25 bahkan X30. Haha.. orang awam kayak admin mungkin nganggap Helio X20, X25 dan X30 panasnya sudah kayak panci yang dipanaskan di atas kompor tanpa air di dalamnya. Tapi admin yakin seiring kemajuan pengembangan prosesor dari Mediatek, issue panas pada seri Helio ini bisa diperbaiki.

Gambaran di atas hanya berdasarkan pengalaman admin saja dan bisa jadi berbeda di kamu. Yang penting jangan menilai secara keseluruhan. Keunggulan prosesor Mediatek lebih stabil menjalankan banyak aplikasi serta lebih mulus dalam perpindahan antar aplikasi. Okey sekian tutorial cara mengatasi panas berlebih pada Smartphone Xiaomi, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk +1, like serta bagikan. Salam admin miuitutorial.com

Follow Akun Google+ Admin Agar Notifikasi Komentarnya Masuk: Admin Miuitutorial.com Ingin Sekali Menjawab Setiap Pertanyaan yang Agan Berikan, Hanya Saja Dikarenakan Admin Ada Kegiatan Offline Sehingga Tidak Dapat Selalu Berada di Depan Komputer. Admin Menyarankan Agan untuk Membaca Komentar-Komentar Terdahulu Kemudian Menge-Tag Nama Agan yang Sudah Berhasil Menjalankan Tutorial Tersebut Agar Bisa Medapatkan Respon Jawaban yang Lebih Cepat. Terima Kasih Atas Kerjasamanya