Selain Bootloop, Tahukah Kamu Jika Ada Istilah Lain Yaitu Bootstuck dan Hardbrick? Lantas Apa Perbedaannya?

Hayo gan, dalam hidup kamu terkhusus selama menggunakan smartphone Xiaomi, sudah berapa kali menyebut kata bootloop? 10x, atau 100x? Atau malah kamu seorang yang keranjingan terkena bootloop? Wih berarti kamu maniak modder nih. terlepas dari itu tahukah kamu jika selain bootloop ada istilah lain yaitu bootstuck, dan hardbrick? Jadi apa perbedaannya dari ketiga istilah tadi? Biar tidak terus salah kaprah, sini admin bantu jelaskan.

Selain Bootloop, Tahukah Kamu Jika Ada Istilah Lain Yaitu Bootstuck dan Hardbrick? Lantas Apa Perbedaannya?

Selain Bootloop, Tahukah Kamu Jika Ada Istilah Lain Yaitu Bootstuck dan Hardbrick? Lantas Apa Perbedaannya?
Selain Bootloop, Tahukah Kamu Jika Ada Istilah Lain Yaitu Bootstuck dan Hardbrick? Lantas Apa Perbedaannya?

Bootloop dan Android Xiaomi seperti kakak beradik yang sulit dipisahkan. Kalau ada bootloop pasti itu datangnya dari Android haha... Walau sebenarnya tidak semua smartphone Android mengalami bootloop. Kondisi bootloop sendiri terjadi ketika kamu keliru, melakukan mod pada perangkat android, entah itu salah install custom rom, install mod yang tidak cocok dengan Based rom yang kamu pakai atau bisa juga karena faktor face, haha... (kalau yang ini sudah nyerah saja dech wkwkwk)

Terhitung semenjak admin mendirikan situs miuitutorial.com hingga sekarang ini, sudah tidak terhitung berapa banyak yang menyebutkan kata bootloop, entah itu mentok di logo Mi, sampai dengan mati total. Pokoknya semua disebut bootloop. Sebenarnya sih tidak jadi masalah karena si pengirim pertanyaan dan admin sama-sama paham maksudnya jadi tidak terjadi salah maksud. Hanya saja kalau ditelisik lebih jauh terdapat perbedaan yang cukup jelas antara bootloop, bootstuck dan hardbrick.

1. Bootloop sendiri dapat diartikan sebagai kondisi dimana sebuah smartphone Android dalam hal ini adalah Xiaomi mengalami proses booting secara berulang. Sebagai contoh kamu menyalakan Redmi Note 3 Pro dengan cara menekan tombol Power agak lama. Biasanya akan muncul logo Mi, nah ketika mau masuk atau berpindah dari boot kernel ke boot os android terjadi proses pengulangan sehingga yang tadinya masuk ke os android ini malah kembali lagi ke boot kernel dan proses ini akan terjadi secara terus menerus.

2. Bootstuck dapat diartikan sebagai kondisi dimana smartphone Xiaomi setelah menekan tombol Power tadi terhenti di logo mi, tidak mengalami pengulangan seperti kasus bootloop. Jadi kamu akan selalu dihadapkan pada logo Mi (logo mi di sini yang tidak ada tulisan android di bagian bawahnya)

3. Hardbrick. Okey yang satu ini sebenarnya terbagi menjadi dua yaitu softbrick dan Hardbrick. Tapi yang paling terkenal adalah Hardbrick. Softbrick sendiri seperti yang sudah admin jelaskan di atas tadi yaitu bootloop dan bootstuck. Sedangkan hardbrick adalah kondisi dimana smartphone Xiaomi kamu sama sekali tidak bisa dihidupkan atau dengan kata lain disebut mati total. Apapun yang kamu lakukan entah itu menghubungkannya ke komputer ataupun mati-matian ditekan tombol Power tersebut hingga jebol, tetap saja tidak akan bisa menyala. Apabila ponsel Xiaomi kamu masuk dalam kondisi Harbrick, ada dua kemungkinan yaitu bisa diperbaiki atau LEMBIRU. Adapun jalan yang bisa kamu tempuh yaitu dengan metode DFC (Depp flash Cable) di sini atau dengan metode Test Point di sini.

Sekarang kamu tahu kan apa perbedaan antara bootloop, bootstuck dan hardbrick. Semoga tidak tertukar lagi ketika mengirimkan pertanyaan di kolom komentar. By the way penjelasan di atas adalah murni berdasarkan pemahaman dan pengalaman admin selama menggunakan smartphone Android terkhusus untuk merek Xiaomi. Jika ada kekeliruan silahkan tulis koreksinya di kolom komentar, dengan senang hati akan admin perbaiki. Bantu admin untuk +1, like, dan bagikan. Semoga bermanfaat, salam admin miuitutorial.com
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url